Sabtu, 02 Januari 2010

Sekilas Tentang Ramalan

Sering kali orang memandang sebelah mata terhadap dunia ramalan. Padahal di sadari atau tidak terkadang kita butuh ramalan dalam upaya mensuport terhadap pencapaian suatu tujuan. Orang cenderung pesimis jika apa yang dia lakukan menurut prediksi berpeluang gagal. Sebaliknya akan merasa menggebu-nggebu, bila prediksi mengarah pada kesuksesan. Ya nggak ?
Namun demikian, kita tidak boleh sembarang meramal. Pada era globalisasi ini meramal sebaiknya menggunakan logika. Setidaknya berdasarkan pengalaman generasi pendahulu kita. Banyak orang bilang, pengalaman adalah the best teacher. Kalau ada orang lain terperosok ke lubang, tidak ada salahnya kita buat antisipasi supaya kita tidak ikut terperosok ke lubang tersebut. Tul nggak ?
Oke, sebelum bicara masalah ramal meramal ada baiknya kita bikin kesepakatan terlebih dahulu tentang beberapa hal. Bila anda setuju, berarti anda siap diramal. Bila nggak ya silakan kabur saja. Gitu aja kok repot.

Kodrat
Barangkali anda setuju, kalau ciptaan Tuhan secara garis besar dibedakan menjadi 2 kelompok besar. Yaitu benda mati dan Makhluk hidup. Tuhan telah memberikan ketentuan bagi tiap-tiap jenis makhluk yang diciptakan. Manusia dapat memodifikasi benda mati sesuai dengan kebutuhannya, namun tidak mendapat kewenangan untuk menggandakannya. Amatlah mustahil rasanya bila kita mendengar seseorang menggandakan batu. Dan yang perlu di ingat, benda mati bisa rusak. Sifat bisa rusak ini juga dimiliki oleh seluruh penghuni bumi.
Sedangkan makhluk hidup dapat bertambah banyak, baik itu tumbuhan, hewan maupun manusia. Seandainya boleh dikatakan, makhluk hidup bisa digandakan. Namun secara kodrati manusia juga diberi batasan umur, yang tak mungkin dapat ditawar. Hanya Sang Maha Pencipta yang tahu, berapa lama masa hidup yang harus dijalani oleh masing-masing makhluk hidup. Singkat cerita Benda mati mustahil dapat hidup, tetapi maklhk hidup akan mati.
Simbah pernah bilang jodho, pesthi dan mati merupakan hal sinengker. Manusia tidak berhak untuk mencoba mencari tahu. Oleh sebab itu menurut simbah jalani saja kodrat sebagai mana Sabda dan Kehendak Tuhan. Tidak baik bila kita berupaya menentang kodrat. Masih kata Simbah, sebagai Wanita kodratnya adalah melahirkan, janganlah merasa iri dengan kaum adam. Laki-laki jodohnya wanita, ya jalani saja. Nggak usah neko-neko.